Kebutuhan VS Keinginan

Posted: Juni 22, 2008 in Finansial

Untuk menjadi kaya, kita harus selalu ingat prinsip dasar
“Menghabiskan lebih sedikit dari yang kita dapatkan” atau “Hidup
dibawah kemampuan”. Dengan melaksanakan prinsip ini, maka setiap
bulannya kita mengakumulasikan harta, yang dalam jangka panjangnya
akan membawa kita menuju kaya.

Agar dapat melaksanakan dengan benar “Hidup dibawah kemampuan”,
kita perlu menyadari beberapa hal. Salah satunya, yang akan saya
bahas dalam kesempatan ini, adalah bisa membedakan antara
“kebutuhan” dan “keinginan”.

“Kebutuhan” adalah barang atau jasa yang benar-benar Anda
perlukan. Jika Anda tidak bisa mendapatkan barang tersebut,
maka kehidupan Anda menjadi terancam atau menjadi susah.
Contoh paling nyata adalah makanan. Manusia membutuhkan makanan
untuk tetap bertahan hidup. Apabila manusia tidak makan sama sekali,
maka dalam waktu 3 hari dia akan mati.

Sementara “keinginan” adalah barang atau jasa yang dibeli hanya
semata untuk kesenangan. Biasanya keinginan ini lebih didorong
oleh rasa tamak manusia sehingga rela mengeluarkan uang lebih
banyak untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Setiap kali Anda hendak membeli barang, pernahkah
Anda memikirkan apakah barang tersebut merupakan
“kebutuhan” atau “keinginan” bagi Anda? Coba lihat daftar
dibawah ini dan tentukan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan:

  1. sepatu
  2. baju buatan designer
  3. air
  4. apartemen mewah
  5. ranjang
  6. es krim
  7. undian
  8. mobil
  9. keanggotaan klub
  10. makan siang
  11. tiket konser
  12. perjalanan ke luar negeri
  13. obat-obatan
  14. kalung
  15. komputer
  16. kopi
  17. handphone
  18. tongkat golf
  19. mebel

Sayangnya, jawaban dari daftar diatas tidak benar-benar hitam putih.
Sesuatu yang menjadi keinginan seseorang mungkin saja suatu kebutuhan
untuk yang lain. Misalnya komputer. Bila Anda berpenghasilan terutama
dalam bidang komputer, maka komputer adalah suatu kebutuhan. Tapi bila
Anda hanya menggunakannya untuk bermain game, maka sebetulnya Anda
tidak membutuhkannya.

Dari daftar diatas, kita masih bisa menentukan apa yang menjadi
kebutuhan mayoritas orang. Sepatu (dan pakaian), air, ranjang,
makanan, obat lebih merupakan kebutuhan daripada keinginan. Walaupun
demikian, berhati-hatilah dalam memilih barang pemuas kebutuhan
Anda. Barang yang merupakan kebutuhan, bisa berubah
menjadi keinginan jika dipenuhi secara berlebihan.

Misalnya saja makanan. Kebutuhan kita sebenarnya dapat terpenuhi jika kita makan secukupnya, misalnya saja dengan memesan nasi rames yang harganya berkisar Rp. 10.000,-. Namun, sebagian orang lebih suka makan di
kafe-kafe dengan biaya yang lebih mahal, anggap saja Rp. 50.000,-.
Selisih Rp. 40.000,- ini merupakan harga yang harus dibayar untuk
memuaskan keinginan, antara lain keinginan akan kemewahan, suasana
yang menyenangkan, service, dan lain-lain.

Mulailah menyisihkan sedikit waktu Anda untuk bertanya pada diri
sendiri. Anda mungkin akan menemukan bahwa ada cukup banyak barang
yang Anda anggap perlu tidak lain hanya keinginan. Sekali Anda dapat
membedakan keduanya dengan obyektif dan dapat membatasi diri
agar tidak membeli barang-barang yang hanya sekedar keinginan,
maka Anda sudah dalam jalan sukses mempraktekan ‘hidup sesuai
kemampuan’.

Komentar
  1. Desi mengatakan:

    Ass…
    Wah bener juga ya Pak
    Hal ni yg paling sering dilupain orang, tapi sebenernya c penting bgt bwt hdp qt.
    Wass…

  2. Bhakti mengatakan:

    Salam.
    Betul, memang kita selalu terperangkap dalam kategori kebutuhan vs keinginan, terkadang kita selalu memprioritaskan kebutuhan akan tetapi keinginan tdk tercapai, atau pun sebaliknya. Memang tergantung dari diri kita untuk menyikapinya secara bijak.

    Wass.

    (Hapunten anu kasuhun nembe tiasa muka, maklum nembe diajar kana blog2x an sugan we sim kuring henteu jadi blog-nyaan. Hoyong sakeudit “Share” pangalaman)

  3. TantiKu mengatakan:

    Memang Pak, kadang-kadang, eh, sering kali, saya lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan. Mulai sekarang, akan belajar untuk lebih selektif lagi memilih, mana keinginan dan mana kebutuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s