Meneladani Sikap Nabi Muhammad SAW terhadap Harta, Pangkat dan Jabatan

Posted: Maret 9, 2008 in Agama

Suatu ketika, seorang utusan Quraisy bernama Utbah bin Rabi’ah datang menemui Muhammad SAW “Anakku, katanya, “Seperti kamu ketahui, dari segi keturunan engkau mempunyai tempat di antara kami. Engkau telah membawa soal besar ke tengah-tengah masyarakatmu, sehingga mereka cerai berai karenanya. Sekarang dengarkanlah, kami akan menawarkan beberapa hal, kalau kalau sebagian dapat kau terima.

  1. Kalau dalam hal ini yang kamu inginkan adalah harta, kami siap mengumpulkan harta kami, sehingga hartamu akan menjadi yang terbanyak di antara kami.
  2. Kalau engkau menginginkan pangkat, kami akan angkat engkau di atas kami semua. Kami tidak akan memutuskan suatu perkara tanpa ada persetujuanmu.
  3. Kalau kedudukan raja yang kamu inginkan, kami nobatkan kamu sebagai raja kami.
  4. Jika kamu dihinggapi penyakit yang tidak dapat disembuhkan, akan kami usahakan pengobatannya dengan harta benda kami sampai kamu sembuh”.

Ketika Utbah telah selesai, Nabi Muhammad SAW membacakan surah Al-Sajadah. Utbah diam mendengarkan kata-kata yang begitu indah itu. Dilihatnya sekarang yang berdiri dihadapannya bukanlah laki-laki yang didorong oleh ambisi harta, ingin kedudukan atau kerajaan, juga bukan orang yang sakit, melainkan orang yang mau menunjukan kebenaran, mengajak orang kepada kebaikkan.

Ia mempertahankan sesuatu dengan cara yang baik, dengan kata-kata penuh mukjizat. Selesai Nabi Muhammad SAW membacakan itu Utbah pergi kembali kepada kaum Quraisy. Nyata baginya sekarang bahwa Muhammad SAW bukan seorang yang gila harta dan jabatan. Tidak mudah termakan bujuk rayu duniawi.

Bayangkan jika semua pemimpin bangsa kita Indonesia tercinta ini meneladani Nabi Muhammad SAW, penulis yakin bahwa kita akan terbebas dari penderitaan yang berkepanjangan, baik dari sisi Ekonomi, Sosial dan Budaya. Semoga akan lahir pemimpin yang amanah di negeri tercinta kita. Amin.

Komentar
  1. ike mengatakan:

    saya sangat setuju dengan isi posting yang bapa tulis. memang pada kenyataannya saat ini, di era globalisasi terjadi krisis multidimensional salah satunya krisis kepemimpinan. para pemimpin di dunia tidak ada yang meneladani Rasulullah, mungkin kesalahannya karena aturan islam yang tidak diterapkan pada semua bidang kehidupan padahal islam itu rahmatan lil’alamin. kebanyakan manusia tunduk pada kekuasaan barat yang nyatanya menginginkan ‘kebebasan’ artinya memisahkan agama dengan kehidupan sehari-hari. seharusnya semua negara menerapkan kembali sistem pemerintahan ‘khilafah’.yang didalamnya adanya peraturan pemerintah untuk melindungi semua manusia tanpa membedakan perbedaan agama dsb,banyak fakta tertulis mengatakan bahwa masyarakat non-muslim merasa terlindungi dengannya.

  2. elirusli mengatakan:

    semoga saja suatu saat akan ada pemimpin yang meneladani sikap pemimpin yang telah Rosulullah ajarkan.Amin

  3. Penjual Ikan mengatakan:

    sangat suka pesanan2 ini, smoga pemimpin d tempat ku Malaysia juga terlahir sperti sifatnya Nabi S.A.W

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s